Rabu, 10 Oktober 2012

Ini Kisah CIntaku


ini kisah cintaku..

                dulu saya adalah anak perempuan yang manja, cengeng, cemburuan, egois. Bukan karena umur saya dulu masih 15 atau mesih tergolong belum dewasa atau istilah anak mudanya belum dapet KTP. Seperti anak usia 15 tahun yang lainnya masih labil, atau masih bisa di bilang alay, gonta ganti pasangan, disakiti dan menyakiti, tapi lebih sering di sakiti sih J alasannya ya tidak lain karena saya manja, cengeng tidak dewasa, memang semua itu benar, jangankan mergokin pacar lagi berduaan sama cewe lain, ngeliat pacar SMSan sama temen kelasnya yang hanya menanyakan TUGAS SEKOLAH saya udah marah-marah, mungkin akibat itu kali saya sering di sakiti.
                Selalu disakiti, selalu dikhianatin, selalu di duain, awal-awal saya merasakan galau, atau terpuruk, kecewa, sakit hati. Terlebih lagi suaktu saya mengenal seorang lelaki yang bernama FUAD, kita LDR dia sekolah di salahsatu pondok pesantren yang ada di JOMBANG-JAWA TIMUR kita kenal berawal dari pertemuan singkat kita, awalnya saya tidak tahu bahwa dia sekolah di luar kota, dia di sini hanya sebatas liburan, habis liburan ya dia harus balik lagi ke sekolahnya, singkat cerita masa liburan dia habis, dan dia harus pulang ke jombang, pada hari selasa engga tau deh itu tanggal berapa udah lama banget, saya nganter dia di pull ROSALIA INDAH pada tau kan itu nama apa? Yaps itu nama salah satu bis. Ya disitu kita mengikat janji buat saling setia. Singkat cerita lagi J 3 bulan berlalu, detik-detik dia bakal pulang ke kota saya, saya di putusin gitu aja, tanpa sebab, tanpa alasan satupun, gimana perasaan kalian kalo tiba-tiba terjadi seperti itu? Pasti sakit hati pake banget, sama dengan apa yang saya rasain saat itu, sakit hati, kecewa, kesel, putus asa ! engga saya pungkirin saya sangat-sangat galau pada saat itu, ketika saya sangat mencintai satu orang itu, saya di campakkan begitu saja. Saya menjomblo untuk ngelupain dia hampir 1 setengah tahun. Dari peristiwa itu saya sama sekali tidak percaya sama apa itu namanya ketulusan CINTA, tidak percaya lagi dengan yang namanya CINTA, bisa di bilang setelah kejadian itu seketika hati saya mati rasa dengan yang namanya CINTA. Tapi pada suatu ketika saya menemukan orang yang benar-benar bisa memulihkan semua keadaan HERMAN itu dia seseorang yang berhasil meluluhkan hati saya lagi. Dia yang memberi pandangan-pandangan tentang apa itu cinta, apa itu penghianatan, sampai akhirnya saya pun menyadari antara cinta dan pengkhianatan itu selisih sangat tipis. Satu bulan, dua bulan, hingga berbulan-bulan kita merajut kasih, sampai ketika mala petaka itu datang FUAD datang mengusik perasaan saya yang tidak bisa di pungkiri dalam hati saya masih tertulis jelas nama dia. Akhirnya saya memutuskan untuk meninggalkan herman demi mengulang kisah dengan fuad, saya termakan oleh janji-janji dia yang kosong. Ya kejadian dulu terulang lagi, saya di campakan terus menerus hampir lebih dari 100x, saya menyesal, saya bodoh, saya tidak menggunakan pikiran saya, sampai sekarang saya selalu berdoa dia mau memaafkan saya. saya meminta dia untuk balik sama saya, bisa di bilang saya tidak punya otak meminta dia untuk itu, tapi saya sudah berjanji dalam hati saya jika dia kembali dengan saya engga akan saya sakiti dia, engga akan saya sia-siain dia, engga akan saya ulangi kesalahan itu. Tapi apa boleh buat, kenyataan engga berjalan seperti bayangan. Awal dari akibat ini, setiap saya merajut kasih dengan lelaki-lelaki yang pernah singgah di hati saya, saya tidak mencintainya dengan sepenuh hati saya, saya di kecewakan saya tidak pernah meneteskan air mata saya, saya cuma berfikir mungkin ini karma yang harus saya jalani, yang harus saya hadapi, mungkin alasannya bukan itu aja, terlalu sering saya di sakitin sama yang namanya FUAD hati saya jadi kuat, engga perlu menangisi seorang lelaki yang pergi ninggalin kita, engga ada gunanya sama sekali, selalu inget ada yang pergi, pasti ada yang datang yang tentu bakal lebih baik dari yang pergi itu.
                Cukup segini dulu cerita saya.. semoga bisa jadi pelajaran, jangan pernah meninggalkan orang yang mencintai kita dan memilih pergi bersama orang yang kita cintai, karena belum tentu dia mencintai kita J

Kamis, 04 Oktober 2012

Bukanlah Akhir


(Puisi)

Mengingatmu berguncang seisi dunia ini
Sungai, pantai, hingga samudrapun akan aku terjang untuk
Menghadapi ini semua
Cintailah aku yang banyak memiliki kekurangan
Hargai aku
seperti kau menghargai seorang ibu

Walaupun sehabatku tak merestui
Walaupun orang tua mu tidak mengizinkan
Biarkan mereka mencibir hubungan ini
Percayalah bahwa ini bukanlah sebuah akhir

Aku kirimkan doa untuk menemani hari-harinya
Supaya bulan bisa bersaksi kepada mereka begitu besarnya cinta kita

Terdiam aku
Terhanyut aku
Termenung aku
Mendengar kata-katamu menguatkan hati ini

Ketika Cinta Dipertaruhkan


                Dari judul diatas apa yang kalian pikirkan? Ini adalah kisah nyata dan benar-benar di alami oleh saya.
                KETIKA CINTA DIPERTARUHKAN ya begitu sulit kisah cinta yang saya hadapi saat ini, antara benci tapi rindu, antara ingin meninggalkannya tapi hati ini tidak bisa. Tapi tetap saja seorang wanita selalu memakai hatinya bukan memakai logika, dengan begitu hari demi hari jiwa ini mulai menguatkan bahwa memang dia yang terbaik dan pantas untuk saya pada saat ini.
                Tapi kekuatan cinta tidak bisa diukur dari seberapa sering saya bertemu dengan dia seberapa sering saya pergi berdua, seberapa sering waktu saya bersama dia, tapi kekuatan cinta saya di uji oleh berbagai masalah yang sangat berat, mulai dari restu orang tua, hingga bayang-bayang masa lalunya masih begitu erat di pikirannya.
                Mulai dari restu orang tua, saya menyadarinya orang tua tidak ingin anaknya terluka lagi, orang tua ingin anaknya bahagia, orang tua ingin seseorang yang terbaik dari yang paling baik untuk menemani anaknya di masa depan kelak. Masalah itu masih bisa saya terima semua orang tua pun akan seperti itu. Saya bisa karena dia yang selalu membuat kuat hati ini ketika sudah mulai letih menghadapinya.
                Yang kedua bayang-bayang masa lalunya, dari masalah ini mulai sedikit goyah, saya berfikir untuk apa kita berhubungan jika jiwa dan hatinya masih tertinggal di masa lalunya. Dia selalu berfikir tidak akan pernah ada orang yang terbaik di bandingkan dengan sosok wanita yang pernah ada di dalam hatinya dulu, hati ini menangis hati ini menjerit menerima kenyataan seperti itu, pernah berfikir untuk pergi meninggalkannya, tapi selalu saja hati wanita lemah, sekali lagi saya bangun dan tegar menghadapinya, berpikir untuk membuktikan bahwa saya adalah yang terbaik untuknya saat ini dan selamanya.
                Dari kedua masalah itu saya mulai belajar, belajar untuk menjadi wanita tegar, dari masalah itu saya mulai membuang sifat cengeng saya, berusaha menahan air mata agar tidak menetes di depan teman-teman dan orang yang paling saya sayangi, walaupun hati ini benar-benar terluka. Saya berharap dengan ketegaran saya menghadapi dia, pintu hati dia terbuka dan berfikir memang saya lah orang yang terbaik untuknya saat ini dan selamanya.
                Dari kejadian itu saya berfikir bahwa ketika cinta yang dipertaruhkan, kekuatan cinta saya yang membawa saya bertahan hingga saat ini, tapi ketika air mata ini benar-benar jatuh, mungkin di saat itu juga saya sudah tidak mampu menghadapi semua ini, dan meninggalkan semua ini.