Dari
judul diatas apa yang kalian pikirkan? Ini adalah kisah nyata dan benar-benar
di alami oleh saya.
KETIKA
CINTA DIPERTARUHKAN ya begitu sulit kisah cinta yang saya hadapi saat ini,
antara benci tapi rindu, antara ingin meninggalkannya tapi hati ini tidak bisa.
Tapi tetap saja seorang wanita selalu memakai hatinya bukan memakai logika,
dengan begitu hari demi hari jiwa ini mulai menguatkan bahwa memang dia yang
terbaik dan pantas untuk saya pada saat ini.
Tapi
kekuatan cinta tidak bisa diukur dari seberapa sering saya bertemu dengan dia
seberapa sering saya pergi berdua, seberapa sering waktu saya bersama dia, tapi
kekuatan cinta saya di uji oleh berbagai masalah yang sangat berat, mulai dari
restu orang tua, hingga bayang-bayang masa lalunya masih begitu erat di
pikirannya.
Mulai
dari restu orang tua, saya menyadarinya orang tua tidak ingin anaknya terluka
lagi, orang tua ingin anaknya bahagia, orang tua ingin seseorang yang terbaik
dari yang paling baik untuk menemani anaknya di masa depan kelak. Masalah itu
masih bisa saya terima semua orang tua pun akan seperti itu. Saya bisa karena
dia yang selalu membuat kuat hati ini ketika sudah mulai letih menghadapinya.
Yang
kedua bayang-bayang masa lalunya, dari masalah ini mulai sedikit goyah, saya
berfikir untuk apa kita berhubungan jika jiwa dan hatinya masih tertinggal di
masa lalunya. Dia selalu berfikir tidak akan pernah ada orang yang terbaik di
bandingkan dengan sosok wanita yang pernah ada di dalam hatinya dulu, hati ini
menangis hati ini menjerit menerima kenyataan seperti itu, pernah berfikir
untuk pergi meninggalkannya, tapi selalu saja hati wanita lemah, sekali lagi
saya bangun dan tegar menghadapinya, berpikir untuk membuktikan bahwa saya
adalah yang terbaik untuknya saat ini dan selamanya.
Dari
kedua masalah itu saya mulai belajar, belajar untuk menjadi wanita tegar, dari
masalah itu saya mulai membuang sifat cengeng saya, berusaha menahan air mata
agar tidak menetes di depan teman-teman dan orang yang paling saya sayangi,
walaupun hati ini benar-benar terluka. Saya berharap dengan ketegaran saya
menghadapi dia, pintu hati dia terbuka dan berfikir memang saya lah orang yang
terbaik untuknya saat ini dan selamanya.
Dari
kejadian itu saya berfikir bahwa ketika cinta yang dipertaruhkan, kekuatan
cinta saya yang membawa saya bertahan hingga saat ini, tapi ketika air mata ini
benar-benar jatuh, mungkin di saat itu juga saya sudah tidak mampu menghadapi
semua ini, dan meninggalkan semua ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar