Kamis, 04 Oktober 2012

Ketika Cinta Dipertaruhkan


                Dari judul diatas apa yang kalian pikirkan? Ini adalah kisah nyata dan benar-benar di alami oleh saya.
                KETIKA CINTA DIPERTARUHKAN ya begitu sulit kisah cinta yang saya hadapi saat ini, antara benci tapi rindu, antara ingin meninggalkannya tapi hati ini tidak bisa. Tapi tetap saja seorang wanita selalu memakai hatinya bukan memakai logika, dengan begitu hari demi hari jiwa ini mulai menguatkan bahwa memang dia yang terbaik dan pantas untuk saya pada saat ini.
                Tapi kekuatan cinta tidak bisa diukur dari seberapa sering saya bertemu dengan dia seberapa sering saya pergi berdua, seberapa sering waktu saya bersama dia, tapi kekuatan cinta saya di uji oleh berbagai masalah yang sangat berat, mulai dari restu orang tua, hingga bayang-bayang masa lalunya masih begitu erat di pikirannya.
                Mulai dari restu orang tua, saya menyadarinya orang tua tidak ingin anaknya terluka lagi, orang tua ingin anaknya bahagia, orang tua ingin seseorang yang terbaik dari yang paling baik untuk menemani anaknya di masa depan kelak. Masalah itu masih bisa saya terima semua orang tua pun akan seperti itu. Saya bisa karena dia yang selalu membuat kuat hati ini ketika sudah mulai letih menghadapinya.
                Yang kedua bayang-bayang masa lalunya, dari masalah ini mulai sedikit goyah, saya berfikir untuk apa kita berhubungan jika jiwa dan hatinya masih tertinggal di masa lalunya. Dia selalu berfikir tidak akan pernah ada orang yang terbaik di bandingkan dengan sosok wanita yang pernah ada di dalam hatinya dulu, hati ini menangis hati ini menjerit menerima kenyataan seperti itu, pernah berfikir untuk pergi meninggalkannya, tapi selalu saja hati wanita lemah, sekali lagi saya bangun dan tegar menghadapinya, berpikir untuk membuktikan bahwa saya adalah yang terbaik untuknya saat ini dan selamanya.
                Dari kedua masalah itu saya mulai belajar, belajar untuk menjadi wanita tegar, dari masalah itu saya mulai membuang sifat cengeng saya, berusaha menahan air mata agar tidak menetes di depan teman-teman dan orang yang paling saya sayangi, walaupun hati ini benar-benar terluka. Saya berharap dengan ketegaran saya menghadapi dia, pintu hati dia terbuka dan berfikir memang saya lah orang yang terbaik untuknya saat ini dan selamanya.
                Dari kejadian itu saya berfikir bahwa ketika cinta yang dipertaruhkan, kekuatan cinta saya yang membawa saya bertahan hingga saat ini, tapi ketika air mata ini benar-benar jatuh, mungkin di saat itu juga saya sudah tidak mampu menghadapi semua ini, dan meninggalkan semua ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar